Kembali ke Shalat Khusus
Shalat lainnya

Istihara

Langkah · 01

Apa itu shalat Istikharah?

Apa itu shalat Istikharah? position 1

Untuk segala sesuatu yang penting yang bermaksud dilakukan atau ditinggalkan seseorang, dari hal yang boleh dilakukan atau tidak dilakukan (bukan yang diharamkan atau diperintahkan), adalah sunnah melakukan shalat Istikharah sebagai shalat sunat yang terdiri dari dua rakaat dan dapat dilakukan kapan saja siang atau malam, dan setelah melakukan dua rakaat sunat ini dibaca doa khusus Istikharah.

Dengan shalat Istikharah, seseorang meminta Allah untuk menetapkan, memudahkan dan memberkati apa yang telah diputuskannya jika ada kebaikan di dalamnya bagi dirinya, agamanya dan kehidupannya dan memiliki konsekuensi baik di kedua dunia, dan jika ada keburukan dalam apa yang telah diputuskannya bagi agama dan kehidupannya, dan memiliki konsekuensi buruk di kedua dunia, dia meminta Allah untuk menolaknya darinya dan memalingkannya dari niat tersebut.

Selain itu, setelah melakukan shalat Istikharah, tidak diriwayatkan bahwa seseorang harus bermimpi tentang hal tersebut di mana akan diberitahu dalam mimpi apa yang harus dilakukan, dan tidak boleh mengharapkan menerima inspirasi khusus dalam dirinya yang akan membimbingnya tentang bagaimana dan apa yang harus dilakukan.

Adalah salah memahami bahwa Istikharah dilakukan ketika seseorang dalam keraguan dan dilema tentang apa yang harus dilakukan, ini atau itu, karena dalam hadis disebutkan 'Ketika salah seorang dari kalian bermaksud melakukan sesuatu (yang penting baginya)', yang berarti dia sudah memutuskan apa yang diinginkannya tetapi tidak tahu apakah ada kebaikan dalam apa yang ingin dilakukannya untuk dirinya atau tidak, maka dia melakukan Istikharah.

Langkah · 02

Bagaimana cara melakukan shalat Istikharah?

Bagaimana cara melakukan shalat Istikharah? position 1

Shalat Istikharah dilakukan seperti shalat dua rakaat lainnya.

Setelah salam, dibaca doa Istikharah.

Doa dapat dibaca dalam bahasa Arab sebagaimana diriwayatkan dalam hadis, atau dalam terjemahan, atau dengan kata-kata sendiri.

Setelah shalat dan doa, harus diambil keputusan mengenai hal yang menjadi alasan melakukan shalat Istikharah.

Arab

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي - أَوْ قَالَ: فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ - فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي - أَوْ قَالَ: فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ - فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِي بِهِ

Transliterasi

ALLAHUMME INNI ESTEHIRUKE BI ILMIKE VE ESTAKDIRUKE BI KUDRETIKE VE ES'ELUKE MIN FADLIKEL-AZIM, FE INNEKE TAKDIRU VE LA AKDIRU VE TA'LEMU VE LA A'LEMU VE ENTE ALLAMUL-GUJUB. ALLAHUMME IN KUNTE TA'LEMU ENNE HAZEL-EMRE HAJRUN LI FI DINI VE ME'ASI VE AKIBETI EMRI - AV KALE: FI ACDELI EMRI VE ACILEHI VE ECILEHI - FEKDURHU LI VE JESSIRHU LI SUMME BARIK LI FIHI, VE IN KUNTE TA'LEMU ENNE HAZEL-EMRE ŠERRUN LI FI DINI VE ME'ASI VE AKIBETI EMRI - AV KALE: FI ACDELI EMRI VE ACILEHI VE ECILEHI - FESRIFHU ANNI VESRIFNI ANHU VEKDU LIJEL-HAJRA HEJSU KANE SUMME ERDINI BIHI

Terjemahan

Ya Allah, aku meminta petunjuk-Mu dengan ilmu-Mu dan aku meminta kekuatan-Mu dengan kekuasaan-Mu, dan aku meminta dari anugerah-Mu yang agung, karena Engkau berkuasa dan aku tidak berkuasa, dan Engkau mengetahui dan aku tidak mengetahui, dan Engkau Maha Mengetahui yang gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini baik bagiku dalam agamaku, kehidupanku dan akibat urusanku - atau dia berkata: dalam urusan segera dan masa depanku - maka tetapkanlah untukku dan mudahkanlah bagiku, kemudian berkatilah aku di dalamnya. Dan jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini buruk bagiku dalam agamaku, kehidupanku dan akibat urusanku - atau dia berkata: dalam urusan segera dan masa depanku - maka palingkanlah dari diriku dan palingkanlah aku darinya, dan tetapkanlah kebaikan bagiku di mana pun itu berada, kemudian ridhoilah aku dengannya