Kembali ke Beranda
Pengantar Shalat

Pengantar Shalat

Hal-hal penting yang perlu diketahui sebelum shalat

Pengantar Shalat · 01

Informasi Dasar tentang Sholat

Informasi Dasar tentang Sholat

Ada 5 sholat dalam sehari dan wajib bagi setiap Muslim.

Ini adalah cara beribadah kepada Allah dan menjaga hubungan spiritual dengan-Nya.

Setiap sholat terdiri dari sejumlah rakaat tertentu (siklus gerakan sholat).

Rakaat adalah satu kesatuan yang terdiri dari berdiri (qiyam), rukuk, sujud, dan duduk. Setiap sholat memiliki jumlah rakaat yang telah ditentukan yang harus dilakukan.

Setiap rakaat terdiri dari berdiri, rukuk, sujud, dan duduk.

Selama sholat, ayat-ayat Al-Quran dan berbagai doa dibaca dalam bahasa Arab.

Sholat penting karena:

- Memperkuat hubungan dengan Allah melalui mengingat-Nya secara teratur.

- Membersihkan kita dari dosa.

- Memberikan ketenangan dan kedamaian spiritual.

- Membantu mengembangkan disiplin dan pengendalian diri.

- Mengajarkan kita kerendahan hati dan ketundukan.

Pengantar Shalat · 02

Waktu Sholat

Waktu Sholat

Setiap shalat memiliki waktu tertentu dan shalat tidak bisa dilakukan sebelum masuk waktunya atau setelah habis waktunya.

Catatan: Untuk mengikuti waktu sholat secara akurat, sebaiknya mengikuti jadwal waktu sholat yang digunakan oleh komunitas Islam setempat. Waktu sholat disesuaikan dengan lokasi geografis dan musim, memastikan waktu yang akurat untuk sholat di daerah Anda.

Anda dapat menemukan jadwal waktu sholat:

- Di masjid setempat

- Di situs web komunitas Islam

- Dalam bentuk cetak (kalender tahunan)

- Melalui aplikasi mobile untuk waktu shalat (Prayer Times)

Pengantar Shalat · 03

Bersuci (Thaharah)

Bersuci (Thaharah)

Sebelum shalat, badan, pakaian, dan tempat shalat harus bersih. Ini berarti kita harus memiliki wudhu (mencuci bagian tubuh tertentu) sebelum setiap shalat, dan terkadang perlu mandi wajib (mandi seluruh tubuh). Selain itu, pakaian yang kita kenakan dan tempat kita shalat harus bersih dari najis.

Wudhu tetap berlaku sampai batal karena salah satu dari hal-hal yang disebutkan

Yang membatalkan wudhu:

- Buang air besar atau kecil

- Kentut

- Tidur nyenyak atau pingsan

Kapan seseorang menjadi junub dan perlu mandi wajib:

- Setelah hubungan intim

- Setelah keluar mani dalam keadaan sadar atau tidur

- Selama haid

- Saat mendapat darah nifas (setelah melahirkan)

Catatan: Dalam dua kasus pertama (setelah hubungan intim dan keluar mani), orang tersebut harus mandi sebelum sholat. Dalam dua kasus lainnya (haid dan nifas), wanita akan mandi setelah selesai haid atau nifas. Selama haid dan nifas, wanita tidak wajib dan tidak boleh sholat, dan tidak perlu mengganti sholat yang terlewat dari periode ini.

Cara mandi wajib sesuai sunnah:

1. Berniat untuk mandi wajib (niat dalam hati untuk memulai mandi wajib).

2. Mencuci tangan sampai pergelangan.

3. Mencuci kemaluan dan area sekitarnya.

4. Berwudhu seperti untuk sholat.

5. Menyiram air ke kepala tiga kali.

6. Menyiram air ke sisi kanan kemudian kiri tubuh.

7. Mencuci seluruh tubuh, memastikan air mencapai semua bagian.

Minimum untuk sahnya mandi wajib adalah:

1. Berniat untuk mandi wajib.

2. Mencuci seluruh tubuh sehingga air mencapai setiap bagian, termasuk mulut dan hidung.

Pengantar Shalat · 04

Pakaian

Pakaian

Pakaian harus bersih dan menutupi tubuh sesuai ketentuan:

- Untuk pria: menutupi dari pusar hingga di bawah lutut (catatan: perlu menutupi bahu karena makruh sholat dengan bahu terbuka)

- Untuk wanita: seluruh tubuh kecuali wajah dan tangan

Pengantar Shalat · 05

Tempat Sholat

Tempat Sholat

Shalat bisa dilakukan di mana saja selama masih dalam waktu shalat yang ingin kita kerjakan. Bisa di tempat kerja, dalam perjalanan, atau di rumah. Bagi laki-laki dianjurkan untuk shalat di masjid bersama jamaah kapan pun memungkinkan (pahala shalat berjamaah di masjid 27 kali lipat dibanding shalat sendirian), sementara bagi wanita diperbolehkan shalat di masjid namun lebih utama shalat di rumah.

Pengantar Shalat · 06

Persiapan Sholat

Persiapan Sholat

Niat: Sebelum memulai sholat, seseorang harus berniat dalam hati untuk sholat tertentu.

Wudhu: Sebelum memulai shalat, jika kita tidak punya wudhu, kita harus berwudhu. Ini meliputi mencuci tangan, mulut, hidung, wajah, tangan sampai siku, mengusap kepala, mencuci telinga dan kaki sampai mata kaki.

Kebersihan: Badan, pakaian, dan tempat shalat harus bersih dari najis.

Kiblat: Selama sholat, kita harus menghadap kiblat, yang berada di arah Ka'bah di Mekkah.

Ketenangan dan konsentrasi: Sebelum masuk shalat, penting untuk menenangkan diri, mengarahkan pikiran pada ibadah kepada Allah dan menghilangkan segala hal yang bisa mengganggu konsentrasi kita.

Pengantar Shalat · 07

Saran tambahan

Saran tambahan

Pemula sebaiknya mempelajari makna dzikir dan surat yang dibaca dalam shalat agar bisa lebih khusyuk dalam shalat.

Belajar tulisan Arab itu penting agar bisa membaca dzikir dan surat dengan benar karena tidak mungkin mendekati pengucapan yang benar dari tulisan dalam bahasa kita.

Jika Anda ingin belajar tulisan Arab, carilah sekolah Al-Qur'an di dekat tempat Anda atau Anda bisa menggunakan aplikasi 'mSufara' yang bisa diunduh dari Google Play atau App Store, atau melalui link di bawah ini:

Pengantar Shalat · 08

Adzan dan Iqamah

Adzan dan Iqamah

Adzan

Adzan adalah panggilan yang dikumandangkan dari masjid sebelum setiap shalat lima waktu. Ini memberitahu umat Muslim tentang masuknya waktu shalat dan mengajak mereka untuk shalat berjamaah. Jika seseorang ingin shalat sendiri di rumah atau di tempat lain, tidak wajib mengumandangkan adzan sebelum shalat, tapi dianjurkan.

Adzan terdiri dari kata-kata berikut:

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ

ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ

ASYHADU ALLA ILAHA ILLALLAH, ASYHADU ALLA ILAHA ILLALLAH

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah

أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ

ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH, ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH

Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah, aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah

حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ

HAYYA 'ALASH-SHOLAH, HAYYA 'ALASH-SHOLAH

Mari menunaikan sholat, mari menunaikan sholat

حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ

HAYYA 'ALAL-FALAH, HAYYA 'ALAL-FALAH

Mari menuju kemenangan, mari menuju kemenangan

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ

ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ

LAA ILAHA ILLALLAH

Tiada Tuhan selain Allah

Pada adzan Subuh, setelah 'Hayya 'alal-falah' ditambahkan:

اَلصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ اَلصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ

ASH-SHOLATU KHAIRUM MINAN-NAUM, ASH-SHOLATU KHAIRUM MINAN-NAUM

Sholat lebih baik dari tidur, sholat lebih baik dari tidur

Iqamah

Iqamah adalah panggilan kedua yang dikumandangkan tepat sebelum dimulainya shalat fardhu, teksnya sama seperti adzan, hanya ada tambahan setelah 'Hayya 'alal-falah' yaitu:

قَدْ قَامَتِ الصَّلاَةُ قَدْ قَامَتِ الصَّلاَةُ

QOD QOOMATIS-SHOLAH, QOD QOOMATIS-SHOLAH

Sholat telah didirikan, sholat telah didirikan

Sunnah (dianjurkan) bagi yang mendengar adzan untuk mengulangi kata-kata muadzin, kecuali ketika muadzin mengucapkan 'Hayya 'alas-shalah' dan 'Hayya 'alal-falah', maka dijawab dengan:

لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ

LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAH

Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah

Catatan: Wanita tidak wajib mengumandangkan adzan maupun iqamah, baik sholat sendiri maupun berjamaah, tetapi ketika mendengar adzan, mereka boleh mengulangi kata-kata adzan tersebut.

Setelah adzan, dianjurkan untuk membaca doa:

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ

ALLAHUMMA ROBBA HADZIHID-DA'WATIT-TAMMAH, WASH-SHOLATIL-QOIMAH, ATI MUHAMMAADANIL-WASILATA WAL-FADHILAH, WAB'ATSHU MAQOMAM MAHMUUDANILLADZII WA'ADTAH

Ya Allah, Tuhan pemilik panggilan yang sempurna ini dan sholat yang akan didirikan, berikanlah kepada Muhammad wasilah (perantara) dan keutamaan, dan bangkitkanlah dia pada tempat yang terpuji yang telah Engkau janjikan kepadanya

Pengantar Shalat · 09

Sholat Berjamaah

Sholat Berjamaah

Shalat berjamaah dianjurkan bagi laki-laki, dan diperbolehkan bagi wanita untuk shalat berjamaah di masjid.

Aturan untuk pria:

- Pria harus rutin sholat berjamaah di masjid kapan pun memungkinkan.

- Shaf (barisan) harus lurus dan rapat, tanpa celah. Shaf diisi dari tengah ke kanan dan kiri.

- Shaf pertama adalah yang terbaik untuk pria.

Aturan untuk wanita:

- Wanita bisa sholat di masjid, tapi juga diperbolehkan sholat di rumah.

- Ketika sholat di masjid, wanita membentuk shaf di belakang pria.

Aturan umum jamaah:

- Jamaah dibentuk dengan minimal dua orang - imam dan satu makmum.

- Makmum harus mengikuti imam dalam semua gerakan sholat. Ketika imam membaca dengan keras (di Subuh, Maghrib dan Isya), makmum mendengarkan bacaannya, dan ketika imam membaca dengan pelan (di Dzuhur dan Ashar), makmum juga membaca dengan pelan.

Mengganti rakaat yang terlewat:

- Jika terlambat sholat dan menemukan imam sedang sholat, bergabunglah segera dalam posisi apa pun imam berada. Rakaat saat Anda bergabung menjadi rakaat pertama Anda.

Catatan: Anda dianggap telah menangkap rakaat jika Anda bergabung paling lambat saat ruku' (membungkuk). Jika Anda tidak menangkap ruku', rakaat tersebut dianggap terlewat dan Anda harus menggantinya.

- Setelah imam memberi salam, jangan memberi salam, tapi berdiri dan ganti rakaat yang terlewat.

- Sholat rakaat yang terlewat sesuai urutan seperti jika Anda ada dari awal. Misalnya, jika Anda bergabung pada rakaat ketiga, itu menjadi rakaat pertama untuk Anda.

Contoh: Jika Anda melewatkan 2 rakaat sholat Dzuhur:

1. Bergabung dengan imam kapan pun Anda menemukannya

2. Setelah salam imam, berdiri dan sholat 2 rakaat yang tersisa

3. Selesaikan sholat seperti biasa dengan duduk dan salam